Unpopular opinion,kami bekerja untuk di gajih
Pernah lihat poster/banner yang bertuliskan seperti diatas?
Kampanye-kampanye seperti itu sangat ramai dan menjamur di seluruh sudut kota selama wabah Covid-19 ini.
Setiap institusi negara dan orang-orang berseragam membuat posternya masing-masing lalu dipasang di jalan-jalan protokol atau di upload ke medsosnya masing-masing.
KAMI BEKERJA UNTUK KALIAN
KAMI BEKERJA UNTUK KAMU
KAMI BEKERJA UNTUK INDONESIA
Sebuah pesan yang terdengar sangat heroik bukan?
Entah kenapa saya sangat muak melihatnya.
Seolah mereka bekerja murni karena ingin menyelamatkan manusia tanpa embel-embel apapun.
Padahal aslinya adalah
KAMI BEKERJA KARENA DIGAJI
KAMI BEKERJA KARENA ITU KEWAJIBAN KAMI
KAMI BEKERJA KARENA PERINTAH ATASAN
KAMI BEKERJA KARENA KAMI DIBAYAR UNTUK ITU
OHHH AYOLAH JANGAN MUNAFIK.!!!
Ketika kalian memilih suatu profesi kalian tentu sudah paham resiko terburuk dari profesi kalian.
Seorang militer harus siap jika mati di medan perang.
Seorang tukang listrik harus siap kesetrum.
Seorang gojek harus siap kepanasan kehujanan.
Seorang pesepakbola harus siap cidera patah kaki.
Bayangkan jika seorang pesepakbola yang menikmati sendiri ketenaran, kekayaan, mobil mewah, rumah mewah, istri cantik dari hasil bermain sepakbola Tapi ketika badai cidera menimpanya lalu dia berkata
Saya bekerja untuk kalian
Kan lucu?
Enak-enak sendiri, mantap-mantap sendiri , liburan sendiri tapi ketika cobaan dalam karirnya datang bilangnya kami bekerja untuk kalian.
Begitu juga yang terjadi sekarang.
Kalian sudah menikmati segala sesuatunya seorang diri mulai dari uang, jabatan, wibawa, rasa hormat, status sosial terpandang. Semua itu adalah dari seragam yang kalian kenakan.
Sekarang kalian harus menghadapi resiko dari pekerjaan yang sudah membuat nama kalian menjadi besar ya hadapilah.
Jadi buat kalian teman-temanku yang disebut diatas. Saya mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas perjuangan kalian sebagai garda terdepan menghadapi Covid-19. Tapi ketika kalian mengatakan bekerja untuk kami saya rasa itu sesuatu yang berlebihan. Saya yakin mayoritas dari kalian jika dapat memilih akan lebih memilih tinggal dirumah daripada capek-capek ngurusin corona dan ngurusin orang-orang yang tidak kalian kenal. Sayangnya kalian tidak bisa memilih karena itu kewajiban kalian.
Yang namanya kerja itu pasti ada suka dukanya. Kalau mau menikmati sukanya ya harus siap menghadapi dukanya.
Catatan penulis :
Namanya juga unpopular opinion jadi wajar saja kalau terjadi peperangan di kolom komentar.

Komentar