Hikmah corona virus libur kerja di tengah pademik covid19


Akhirnya anda tahu kan bahwa perusahaan yang selama ini anda kagumi dan banggakan ternyata hanya menganggap anda sekadar inventory. Tidak lebih.Apalagi kalau disaat banyak kawan-kawan anda yang lain semuanya WFH (work from home) sedangkan anda tetap saja masuk kerja dengan mempertaruhkan kesehatan ditengah pandemik covid 19.Tapi saya sendiri tidak terlalu sepakat dengan gambar di atas. Ya sebagian isinya saya maklumi dan setujui, tapi ada beberapa catatan, bahwa terkadang aset perusahaan mau tidak mau dikorbankan agar perusahaan tetap jalan. Ya salah satunya karyawan.Perusahaan mungkin tidak punya pilihan. Dengan terpaksa menyuruh karyawannya tetap masuk kerja karena kalau diliburkan semua, Bagaimana operasional perusahaan bisa berjalan? Darimana perusahaan mendapat profit?
Sebagian perusahaan yang memang berkomitmen pada karyawan memilih menggilir karyawannya untuk masuk kerja alih-alih meliburkannya secara penuh. Bergantian atau selang seling, 3 hari masuk dan 2 hari libur, atau sebaliknya. Yang penting karyawan tidak selalu masuk kantor, demi meminimalisir interaksi di ruang publik.Lalu bagaimana dengan perusahaan yang tetap mewajibkan karyawannya masuk tanpa pengecualian? berarti mereka benar-benar menganggap karyawannya sebagai inventory saja?
Ya bisa jadi. Tapi saya yakin perusahaan masih bisa diajak kompromi apalagi bila kondisi wabahnya makin mengkhawatirkan. Coba saja diskusikan dengan perusahaan.Jadi saat ini, mari berdoa semoga wabah ini segera berlalu. Karena berbagai kendala dan pembatasan aktivitas di ruang publik membuat ekonomi serta kondisi negara mengkhawatirkan, dollar saja sudah 15ribu sekarang. Stay safe gais. Selalu cuci tangan dan jaga kebersihan.
selain perusahaan yang meliburkan para pekerjanya semua sekolah-sekolah juga meliburkan anak didiknya selama 14 hari namun pihak guru tetap memberikan tugas meski melalui onlen.
Katanya"Lebih baik mati ketika sholat Jumat di masjid daripada tidak sholat Jumat karena takut mati"Ya mending kalo pas mati kamu cuma punya sedikit dosa? bisa langsung masuk surgakan. Tapi gimana kalo sebaliknya.Ya mending kalo langsung mati, masalahnya kan sakit dulu, nambahin pekerjaan petugas medis aja.Ya mending kalo sakitnya ketahuan kalo gak? Ya nularin ke orang - orang sekitar, keluarga, temen, tetangga. Kalo pasien semakin banyak dan penularan terus bertambah, kapan selesainya ini masalah. Tambah repotlah petugas medis dan yang lainnya.Gimana kalo orang - orang yang kamu tularin itu meninggal? Wahh bisa jadi karena kamu salah satu penyebabnya. Ya itu takdir Yang Maha Kuasa, tetapi jika bisa kita hindari bukankah itu sangat jauh lebih baik?Alasan MUI melarang sholat berjamaah di masjid adalah untuk mengindari semakin luas, besar, dan banyaknya orang yang bisa terkena virus.Dan untuk memutuskan itu MUI pasti tidak asal - asalan. Beberapa negara seperti Saudi Arabia, Singapura dan Malaysia juga melakukan hal yang sama, bahkan jauh sebelum kita.Jadi demi kebaikan kita bersama, lebih baik kita ikuti saja anjuran pemerintah. Biar masalah ini segera selesai dan kita semua bisa beraktifitas seperti semula.baca juga;Waktu musim PILEG semua kader bagi kaos,Sekarang rakyat butuh masker

x

Komentar