Pesan saya utuk teman seusia saya!!!Semangat terus
Tidak semua pertemanan layak untuk dipertahankan. Sebagian diantara mereka akan menjadi penyedot energimu, memberikan pengaruh negatif dan hanya mengeluarkan sisi terburuk yang ada dirimu. Untuk itu pilihlah dan hanya pertahankan teman yang memberikan vibe positif, yang mengharapkan terbaik untukmu, dan senang atas segala pencapain yang kamu peroleh di hidupmu.
Di umur 25 teman-teman saya rata-rata sudah bekerja, bertunangan, menikah bahkan sudah memiliki anak, sementara saya masih berkutat dengan dunia ponsel yang sudah 4tahun saya perjuangkan. FOMO (Fear Of Missing Out) itu tentunya lama-lama tumbuh dipikiran saya. Saya takut kalau saya akan hidup kesepian tanpa partner hidup. Tetapi percayalah, takdir akan bekerja pada garis waktunya masing-masing, dear. Beberapa orang menjadi sukses, menikah dan mempunyai keluarga jauh lebih awal darimu. Jangan lupa bahwa masih banyak hal-hal hebat dan yang membuatmu bahagia yang bisa kamu lakukan selagi menunggu garis waktu itu tiba.
Sehubungan dengan point ke 2. Jangan bertahan pada suatu hubungan hanya karena tekanan sosial. Pendamping hidup/Partner/apapun panggilannya akan tiba ketika kamu siap. Paradoks adalah ketika kamu menyediakan waktu untuk mencintai dirimu sendiri, mengeksplorasi kekurangan dan kelebihanmu, maka disaat itu kamu akan tahu seperti apa pasangan hidup yang kamu cari, dan hubungan seperti apa yang ingin kamu bangun dengannya.
Rekening ada sebagai tempat penyimpanan, orang tidak akan menjadi kaya hanya dengan menyimpan. Belajarlah untuk menginvestasikan uangmu, selain itu tidak ada salahnya juga menyiapkan tabungan hari tua dari jauh-jauh hari.
Konformitas itu menyenangkan, tetapi penting untuk membiarkan orang lain tahu nilai-nilai hidup yang kamu perjuangkan.
Kegagalan adalah suatu pertanda bahwa kamu berani keluar dari zona nyamanmu. Tanda bahwa kamu mencoba mengembangkan dirimu. Berikanlah pujian untuk dirimu karena setidaknya kamu mencoba.
Politik memang hal yang kompleks, tetapi setidaknya mengertilah sedikit tentang statusmu di negara demokrasi ini. Jangan sampai orang lain memanfaatkan dan menyalahgunakan hak yang kamu punya untuk kepentingan mereka.
Hidup ini jangan terlalu dibawa serius.
Banyak hal yang saya sadari setelah berumur 25 tahun ini, yang beberapa diantaranya berlawanan dengan apa yang menjadi pemikiran saya selama bertahun-tahun sebelumnya.
Sendiri. Maksud saya disini bukan ‘jomblo' loh ya :D. Semakin bertambahnya umur saya semakin sadar akan tanggung jawab yang ada pada saya. Dulu saya memiliki orang tua yang selalu ada di setiap situasi dan masalah yang saya hadapi. Saya memiliki banyak teman yang akan selalu ada untuk saya. Saya memiliki adik-adik yang sering menjahili saya dan menjadi rival permainan ala anak-anak pada jaman itu :’). Semakin kesini saya sadar satu persatu dari mereka menghilang. Dan hanya saya sendiri, bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kehidupan saya. Saya mulai bekerja di umur 16 tahun hanya lulusan SMP, saya merantau dan mendapatkan pengalaman hidup. Orang tua selalu menawarkan bantuan jika saya mengalami kesulitan, tetapi saya tidak pernah menerimanya, karena saya sadar ada saatnya nanti mereka akan meninggalkan saya seperti induk burung yang meninggalkan anak-anaknya setelah dewasa. Begitupun teman-teman saya, satu persatu dari mereka menghilang, sibuk dengan karir, pendidikan maupun rumah tangga. Disini saya sadar, saya memang diciptakan untuk ‘sendiri'. Saya tidak sedih atas itu, karena itu memang sudah kodrat manusia. Kita lahir sebagai individu tunggal, menjadi bagian dari lingkungan sosial, mati sendiri, dan akhirnya mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya sendiri di hadapan Sang Kuasa.
Kebenaran tidak mutlak. Sejak kecil dan di masa-masa sekolah saya beranggapan hanya ada dua macam di dunia ini, hitam dan putih, benar dan salah. Akan tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Sesuatu yang kita anggap benar itu tidak sepenuhnya benar. Begitupun sebaliknya, sesuatu yang kita anggap salah itu tidak sepenuhnya salah. Selalu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda. 1+1 tidak selalu 2. :)
Ego itu musuh yang nyata. Seperti yang saya percayai selama ini bahwa setan adalah musuh yang nyata, begitupun dengan ego.
Carpe Diem. Jangan terlalu jauh berpikir ke masa depan, pilih dan hadapi, karena segala hal yang engkau jalani akan selalu mendatangkan konsekuensi-konsekuensinya Apapun itu.
Kebahagiaanmu adalah tanggung jawabmu sendiri. Kesengsaraanmu adalah hasil dari perbuatanmu sendiri.
Belajarlah untuk menyampaikan pikiran dan pendapatmu dengan benar-benar jernih. Namun siapkan dirimu ketika segala hal yang engkau sampaikan tetap disalah artikan sekalipun itu oleh orang-orang terdekatmu.
Engkau bukan barang hak milik siapapun.
Engkau tak lebih baik dari siapapun. Engkau tak lebih buruk dari siapapun.
Sikap keras kepala demi sesuatu hal yang engkau pilih terkadang dibutuhkan untuk menjalani hidupmu sendiri.
Jangan bermimpi untuk meraih matahari ketika jasadmu masih terikat dengan bumi.
Sekali lagi, carpe diem. Seize the moment.Jalani pilihanmu dan hadapi konsekuensinya.
Kunjungi chanel youtube saya Dan Bantu SUBCRIBE!!! Untuk kemajuan
Simak pembelajaran
Kunjungi chanel youtube saya Dan Bantu SUBCRIBE!!! Untuk kemajuan

Komentar