Keuntungan beli barang ke pedagang&resiko membeli dari tangan pertama?
Masih banyak pemikiran dan pemahaman yang salah ketika seseorang hendak membeli barang second,namun sebelumnya temen-temen perlu mengetahui barang second bukan berarti barang rusak,barang second ialah barang yang berasal dari barang bekas yang orang lain menjual namun di beli dan di jual kembali ke user,namun barang tersebut mereka perbaiki terlebih dahulu.
Ijinkan saya memgulas dan menulis kembali setelah sekian lama tidak menulis hehe..sibuk
Fokus ke YOUTUBE su
bcribe ya JOMBLO USB😁
Kalo toh ada kekurangan penjual pasti mengatakan kekurangan barang tersebut tersebut,namun pada kenyataannya seseorang takut membeli barang second ke-pedagang langsung melainkan lebih suka membeli ke-orang pertama,padahal secara teori tidaklah selalu menguntungkan bagi si pembeli.berikut saya pecahkan kekurangan-kekurangan tersebut:
1.pembeli tidak mendapatkan garansi.
Di dalam jual beli tentu ada kesepakatan antara kedua belah pihak baik pengecekan,garansi atau yang lainnya.
Namun ketika kita membeli barang dari tangan pertama biasa cuma di kasih waktu pengecekan dan kesepakatan harga saja tidak termasuk garansi.
2.harga barang bisa jauh lebih mahal.
Kenapa demikian,karena penjual dan pembeli sama-sama tidak tau harga pasaran dan ongkos pertimbangan jangka service barang tersebut,dari keterangan tersebut sudah keliatan kalo sama-sama tidak tau produk pasti akan terjadi seperti itu.
3.indikasi penipuan lebih tinggi.
Selain dari nomor1 dan 2 di atas anda harus lebih hati-hati membeli barang ke orang yang tidak kenal apalagi mengatas namakan tangan pertama,selain klaim garansi pajak dan urusan yang lainnya susah kita bisa juga tertipu jika kita tidak paham prosedur membeli barang.
4.indikasi kerusakan barang lebih tinggi alias barang tidak sehat.
Kenapa saya simpulkan demikian karena rata-rata orang yang jual barang biasanya orang yang ke peped kebutuan sehari-hari bahkan ada yang menjual karena barang tersebut memang ada kekurangan atau minus.nah kalo kita tidak tau barang apa yang terjadi bisa juga kalian akan terjebak ke ongkos servis sehingga merugikan si pembeli.
5.jangan takut membeli ke penjual yang ada di shorum atau provesi memang sudah dagang apa lagi sudah di kenal.
Selain barang mereka sudah mengetahui barang tersebut memang layak untuk di beli mereka juga lebih paham dengan barang dan harga pasaran barang yang anda beli.
Barang mahal sedikit menurut saya tidak papa,bisa saya contohkan sebagai berikut:
Beli sepatu seharga 100rb bisa bertahan 5bulan namun anda juga membeli sepatu seharga 200rb sepatu tersebut bertahan 1,5tahun bisa kita lihat selisih jangka pakai jangka masa dari harga yang 100rb&200rb
Ya memang harga bawa rupa,namun tidak semua barang kita sebut seperti di atas,semua juga mungkin tergantung pemakean perawatan&jangka masa waktu barang tersebut di pakai.
Orang-orang kok takut beli barang di sorum atau tukang service kenapa?
Ya saya akan jawab pertanyaan tersebut biar temen-temen bisa tau baik buruknya.
Beli barang ke shorum atau tukang service cenderung banyak sisi positivenya kenapa? Karena biasanyanya barang second yang mereka jual selain mereka chek setandarnya,mereka juga mengetes dan merawatnya untuk kepuasan pelanggan jadi tidak akan mengecewakan pelanggan meski mahal sedikit harganya,namun tidak apa-apa mahal sedikit kalo kualitas bagus,ya so shorum juga usaha mereka juga mempertimbangkan jasa mereka baik dari service dan lain-lain masa iya usaha mau rugi waktu tempat dan modal kan tidak mungkin.
Selain itu ketika kita mengurus surat seperti pajak dan lainnya kita juga lebih mudah karena mereka juga mengantongi data tangan pertama dan lebih mengetahui dalam bidangnya jadi temen-temen bisa tanya langsung ke mereka.
Indikasi penipuan lebih langka karena mereka jual jasa yang udah banyak orang tau jadi lebih aman transaksi dalam jual beli bahkan mereka juga bisa mengatar dan mengechek semua barang yang ingin anda beli di rumah anda.
Ijinkan saya bercerita pengalaman saya beli HP di toko offline dan online dulu waktu saya belum jualan.
Saya beli tablet samsung di toko di sebuah pusat perbelanjaan elektronik. Singkat kata 6 bulan kemudian tablet tersebut rusak layarnya berubah jadi kuning karena ketindih bagasi. Saya datang ke tempat saya beli tablet, kemudian oleh mereka disuruh ke service center samsung yang untungnya masih 1 gedung. Disana saya bicara jujur bahwa tabletnya rusak karena ketindihan. Saya ditawari 2 opsi: ganti baru atau refund. Saya pilih refund, 3 hari kemudian uang saya balik 100%. Saya sangat puas.
Cerita lain saya beli HP Xiaomi di e-commerce yang memiliki 2 karakter domain. Saya banding2kan harganya sedikit lebih murah daripada yg lain, bisa cicil 0% lagi. Ya udah saya pilih cicil dan barangnya sampai seminggu kemudian. Sekitar 3 bulan setelahnya, HP Xiaomi saya tersebut rusak bootloop. Saya kirim ke distributor tadi untuk klaim garansi. Oleh mereka ditolak karena ada sedikit lecet indikasi HP jatuh. Oleh mereka dikirim balik. Saya coba servis ke beberapa tempat servis hp lain mereka menyerah. Kemudian saya bawa ke ITC roxy mas sewaktu ke Jakarta, sejam selesai. Ternyata cuma rusak softwarenya.
Dari pengalaman tersebut saya kapok berbelanja mahal online. Meski sebenarnya perbandingannya tidak apple to apple karena 1 samsung 1 xiaomi, tapi saya memilih belanja elektronik offline aja deh daripada ribet urus lagi kalau ada apa2.
Lihat videos selengkapnya👉
Cukup sekian pemahaman dan informasi kepada temen-temen semoga dengan membaca tulisan saya temen-temen dapat wawasan yang lebih baik.lebih hati-hati dan lebih paham kemana anda akan membeli barang,tulisan tersebut saya tulis atas analisa kekecewaan pembeli dan penjual yang selama ini mengeluh kepada saya.salam succes semoga bermanfaat.
#baraka
Ijinkan saya memgulas dan menulis kembali setelah sekian lama tidak menulis hehe..sibuk
Fokus ke YOUTUBE su
bcribe ya JOMBLO USB😁
Kalo toh ada kekurangan penjual pasti mengatakan kekurangan barang tersebut tersebut,namun pada kenyataannya seseorang takut membeli barang second ke-pedagang langsung melainkan lebih suka membeli ke-orang pertama,padahal secara teori tidaklah selalu menguntungkan bagi si pembeli.berikut saya pecahkan kekurangan-kekurangan tersebut:
1.pembeli tidak mendapatkan garansi.
Di dalam jual beli tentu ada kesepakatan antara kedua belah pihak baik pengecekan,garansi atau yang lainnya.
Namun ketika kita membeli barang dari tangan pertama biasa cuma di kasih waktu pengecekan dan kesepakatan harga saja tidak termasuk garansi.
2.harga barang bisa jauh lebih mahal.
Kenapa demikian,karena penjual dan pembeli sama-sama tidak tau harga pasaran dan ongkos pertimbangan jangka service barang tersebut,dari keterangan tersebut sudah keliatan kalo sama-sama tidak tau produk pasti akan terjadi seperti itu.
3.indikasi penipuan lebih tinggi.
Selain dari nomor1 dan 2 di atas anda harus lebih hati-hati membeli barang ke orang yang tidak kenal apalagi mengatas namakan tangan pertama,selain klaim garansi pajak dan urusan yang lainnya susah kita bisa juga tertipu jika kita tidak paham prosedur membeli barang.
4.indikasi kerusakan barang lebih tinggi alias barang tidak sehat.
Kenapa saya simpulkan demikian karena rata-rata orang yang jual barang biasanya orang yang ke peped kebutuan sehari-hari bahkan ada yang menjual karena barang tersebut memang ada kekurangan atau minus.nah kalo kita tidak tau barang apa yang terjadi bisa juga kalian akan terjebak ke ongkos servis sehingga merugikan si pembeli.
5.jangan takut membeli ke penjual yang ada di shorum atau provesi memang sudah dagang apa lagi sudah di kenal.
Selain barang mereka sudah mengetahui barang tersebut memang layak untuk di beli mereka juga lebih paham dengan barang dan harga pasaran barang yang anda beli.
Barang mahal sedikit menurut saya tidak papa,bisa saya contohkan sebagai berikut:
Beli sepatu seharga 100rb bisa bertahan 5bulan namun anda juga membeli sepatu seharga 200rb sepatu tersebut bertahan 1,5tahun bisa kita lihat selisih jangka pakai jangka masa dari harga yang 100rb&200rb
Ya memang harga bawa rupa,namun tidak semua barang kita sebut seperti di atas,semua juga mungkin tergantung pemakean perawatan&jangka masa waktu barang tersebut di pakai.
Orang-orang kok takut beli barang di sorum atau tukang service kenapa?
Ya saya akan jawab pertanyaan tersebut biar temen-temen bisa tau baik buruknya.
Beli barang ke shorum atau tukang service cenderung banyak sisi positivenya kenapa? Karena biasanyanya barang second yang mereka jual selain mereka chek setandarnya,mereka juga mengetes dan merawatnya untuk kepuasan pelanggan jadi tidak akan mengecewakan pelanggan meski mahal sedikit harganya,namun tidak apa-apa mahal sedikit kalo kualitas bagus,ya so shorum juga usaha mereka juga mempertimbangkan jasa mereka baik dari service dan lain-lain masa iya usaha mau rugi waktu tempat dan modal kan tidak mungkin.
Selain itu ketika kita mengurus surat seperti pajak dan lainnya kita juga lebih mudah karena mereka juga mengantongi data tangan pertama dan lebih mengetahui dalam bidangnya jadi temen-temen bisa tanya langsung ke mereka.
Indikasi penipuan lebih langka karena mereka jual jasa yang udah banyak orang tau jadi lebih aman transaksi dalam jual beli bahkan mereka juga bisa mengatar dan mengechek semua barang yang ingin anda beli di rumah anda.
Ijinkan saya bercerita pengalaman saya beli HP di toko offline dan online dulu waktu saya belum jualan.
Saya beli tablet samsung di toko di sebuah pusat perbelanjaan elektronik. Singkat kata 6 bulan kemudian tablet tersebut rusak layarnya berubah jadi kuning karena ketindih bagasi. Saya datang ke tempat saya beli tablet, kemudian oleh mereka disuruh ke service center samsung yang untungnya masih 1 gedung. Disana saya bicara jujur bahwa tabletnya rusak karena ketindihan. Saya ditawari 2 opsi: ganti baru atau refund. Saya pilih refund, 3 hari kemudian uang saya balik 100%. Saya sangat puas.
Cerita lain saya beli HP Xiaomi di e-commerce yang memiliki 2 karakter domain. Saya banding2kan harganya sedikit lebih murah daripada yg lain, bisa cicil 0% lagi. Ya udah saya pilih cicil dan barangnya sampai seminggu kemudian. Sekitar 3 bulan setelahnya, HP Xiaomi saya tersebut rusak bootloop. Saya kirim ke distributor tadi untuk klaim garansi. Oleh mereka ditolak karena ada sedikit lecet indikasi HP jatuh. Oleh mereka dikirim balik. Saya coba servis ke beberapa tempat servis hp lain mereka menyerah. Kemudian saya bawa ke ITC roxy mas sewaktu ke Jakarta, sejam selesai. Ternyata cuma rusak softwarenya.
Dari pengalaman tersebut saya kapok berbelanja mahal online. Meski sebenarnya perbandingannya tidak apple to apple karena 1 samsung 1 xiaomi, tapi saya memilih belanja elektronik offline aja deh daripada ribet urus lagi kalau ada apa2.
Cukup sekian pemahaman dan informasi kepada temen-temen semoga dengan membaca tulisan saya temen-temen dapat wawasan yang lebih baik.lebih hati-hati dan lebih paham kemana anda akan membeli barang,tulisan tersebut saya tulis atas analisa kekecewaan pembeli dan penjual yang selama ini mengeluh kepada saya.salam succes semoga bermanfaat.
#baraka




Komentar